Print ...

Kontributor...

  • Achsani, Noer Azam; Sembel, Roy; Maulana, Tb Nur Ahmad; , Editor: Perpustakaan MB-IPB

Download...

Path: TopDisertasiManajemen Keuangan

Analisis Determinan dan Teori Trade-Off Struktur Modal Perusahaan Masuk Bursa di Indonesia /-- 2014

Determinants and Trade-Off Theory Analysis of Capital Structure of Public Listed Companies in Indonesia

PhD Theses from MBIPB / 2017-03-05 15:50:23
Oleh : Arief Tri Hardiyanto, Manajemen dan Bisnis -Institut Pertanian Bogor
Dibuat : 2015-08-26, dengan 5 file

Keyword : determinan struktur modal, partial adjustment model, speed of adjustment, struktur modal, teori trade-off. capital structure, determinants of capital structure, partial adjustment model, speed of adjustment, trade-off theory.
Subjek : MANAJEMEN KEUANGAN
Nomor Panggil (DDC) : 12(6DM)Har a

Struktur modal merupakan bauran antara utang dan ekuitas yang digunakan untuk membiayai kegiatan investasi perusahaan. Kebijakan pembiayaan perusahaan diarahkan untuk mendapatkan struktur modal yang optimal yaitu struktur modal yang akan memberikan manfaat peningkatan nilai perusahaan sekaligus mengurangi risiko perusahaan terjebak dalam kondisi financial distress yang dapat mengarahkan perusahaan ke kebangkrutan.


Teori Trade-Off menyatakan bahwa penggunaan utang memiliki manfaat keuangan berupa tax shield yaitu penghematan pajak dari beban bunga utang yang dapat dikurangkan dalam perhitungan pajak penghasilan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan akan mengoptimalkan manfaat pajak tersebut dengan meningkatkan utang. Namun demikian, perusahaan tidak dapat menggunakan utang dalam jumlah yang tak terbatas, karena akan timbul financial distress yang antara lain berasal dari beban tetap pembayaran bunga utang dan volatilitas arus kas.


Penelitian struktur modal perusahaan masuk bursa di Indonesia menarik untuk dilakukan mengingat prospek pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi. Indonesia diprediksi memiliki rerata pertumbuhan GDP sebesar 5,3% antara 2011-2030. Di samping itu, peran Bursa Efek Indonesia cukup signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Nilai kapitalisasi pasar seluruh perusahaan yang tercatat di BEI meningkat sangat tajam dari Rp1.857,22 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp4.126,99 triliun pada akhir 2012, atau meningkat 222,21%. Total nilai kapitalisasi pasar tahun 2012 tersebut mencapai 50,07% dari GDP Indonesia di tahun yang sama sebesar Rp8.241,9 triliun.


Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis perbedaan pola pembiayaan di antara berbagai sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI), (2) menentukan kecepatan penyesuaian yang dilakukan perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dalam mencapai target struktur modal, dan (3) mengidentifikasi pengaruh variabel determinan, krisis ekonomi, dan kepemilikan (BUMN dan Non BUMN) terhadap struktur modal perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan model Regresi Dummy dengan uji parametrik dan non parametrik, Partial Adjustment Model dan Time-Series Cross-Section Regression dengan Data Panel.


Pengujian atas perbedaan debt ratio antar sektor industri menunjukkan adanya perbedaan debt ratio dari satu sektor industri dengan sektor industri yang lain. Namun ada pula sektor industri yang tidak berbeda debt ratio nya sehingga beberapa sektor industri dapat dijadikan menjadi satu kelompok. Dari hasil analisis didapatkan tiga kelompok debt ratio yaitu kelompok debt ratio rendah, debt ratio sedang, dan debt ratio yang relatif tinggi.


Pengujian dengan menggunakan Partial Adjustment Model dengan model dinamis (perhitungan dengan GMM) menunjukkan adanya tingkat kecepatan penyesuaian (speed of adjustment) sebesar 36,02%. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan di Indonesia menutup 36,02% gap antara tingkat utang saat ini dengan tingkat utang yang diinginkan dalam satu tahun. Dengan kata lain, diperlukan waktu sekitar 2 tahun 7 bulan bagi rata-rata perusahaan terbuka di Indonesia untuk melakukan penyesuaian struktur modal saat ini terhadap struktur modal yang ditargetkan.


Pengujian atas determinan struktur modal dengan pendekatan trade-off menunjukkan variabel ukuran perusahaan, aset tetap, aset tidak berwujud, manfaat pajak, volatilitas arus kas, dan beban tetap secara signifikan memengaruhi struktur modal. Disamping itu, faktor krisis ekonomi tahun 2008 dan kepemilikan negara juga berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan.


Penelitian ini menghasilkan beberapa implikasi manajerial yang diharapkan bermanfaat bagi stakeholder terkait. Hasil perhitungan debt ratio yang merupakan proxy struktur modal pada masing-masing sektor industri yang didasarkan atas jumlah utang jangka panjang maupun jangka pendek yang memiliki beban bunga berbeda dengan perhitungan debt to equity ratio yang pada umumnya digunakan sebagai proxy dari struktur modal. Hal ini memiliki implikasi penting bagi investor karena akan diperoleh pengelompokan struktur modal sektor industri yang berbeda dari pengelompokan sebelumnya, sehingga analisis risiko financial distress pada sektor industri akan berbeda pula.


Pihak perbankan dan lembaga keuangan lainnya akan mendapatkan hasil analisis struktur modal antar sektor industri yang berbeda dari struktur modal berdasarkan proxy debt to equity ratio yang pada umumnya disajikan sebagai informasi rasio keuangan dalam laporan keuangan perusahaan. Hal ini akan memberikan implikasi perubahan terhadap kebijakan pemberian kredit perbankan pada sektor industri tertentu yang masih berdasarkan proxy debt equity ratio.


Pihak pengawas pasar modal (OJK) dan manajemen BEI dapat menggunakan hasil analisis struktur modal tingkat industri untuk memantau perkembangan kesehatan keuangan perusahaan dalam sektor industri tertentu. OJK dan BEI dapat memasukkan hasil analisis dalam sistem pencegahan dini (early warning system) untuk mendeteksi perusahaan yang memiliki potensi tidak dapat melunasi pembayaran bunga dan angsuran utang (default). Hasil perhitungan debt ratio sebagai proxy struktur modal akan memiliki implikasi perubahan status risiko default perusahaan-perusahaan dalam masing-masing sektor industri yang telah disusun sebelumnya.


Manajer perusahaan dapat mengoptimalkan manfaat pajak yang diperoleh perusahaan dari penggunaan utang, dengan tetap memperhatikan biaya kebangkrutan yang timbul dari penggunaan utang yang berlebihan. Oleh karena itu, sangat penting bagi manajer perusahaan untuk dapat mengestimasi target struktur modal perusahaan dan menjadikannya sebagai pedoman dalam memformulasikan kebijakan pembiayaan perusahaan.

Deskripsi Alternatif :

Capital structure is a mix of debt and equity used by a company to finance its investment activities. Corporate financing policies should be directed to achieve an optimal capital structure; the capital structure that adds corporate value and reduces the risk of company trapped in financial distress which can drive the company to the brink of bankruptcy.


Trade-Off theory of capital structure states that the use of debt has a financial benefit of tax shield; tax benefit from interest expenses that can be deducted in calculating corporate income taxes. Therefore, company will optimize the tax benefit by increasing debts. However, the company can not use debts in an unlimited amount, because of financial distress that may incurred from fixed charge of interest expenses and cash flow volatility.


Research on capital structure in public listed companies in Indonesia is interesting because the relatively high economic growth prospect. Indonesia is predicted to have an average GDP growth of 5,3% in 2011-2030. Besides that, Indonesia Stock Exchange has a significant role in Indonesia economy. Market Capitalization in BEI increased sharply from Rp1.857,22 trillion in 2008 to reach Rp4.126,99 in the end of 2012, or an increase of 222,21%. Total market capitalization in 2012 amounted to 50,07% of Indonesia GDP in 2012 Rp8.241,9 trillion.


This study aims to: (1) analyse the difference in financial pattern among industry sectors in Indonesia Stock Exchange, (2) determine the speed of adjustment to achieve target capital structure, and (3) identify the influence of determinants, economic crises, and state ownhersip on capital structure of public listed companies in Indonesia. To achieve the aims, we implemented Dummy Regression Model using parametric and non parametric testing, Partial Adjustment Model, and Time-Series Cross-Section Regression with Panel Data.


Testing on the difference of debt ratio among industry sectors showed the existance of debt ratio difference between one industry sector to other. On the other hand, there are industry sectors that have similar debt ratio that can be put into one group. Based on analysis, the debt ratio of all sectors can be grouped in three level that is low, medium and high level of debt ratio.


Testing with Partial Adjustment Model using dynamic model of GMM showed that the speed of adjustment is 36,02%. It indicates that companies in Indonesia fill 36,02% gap of current debts with targeted debts. In other words, the Indonesia company needs 2 years and 7 months to adjust its existing capital structure to the target.


Testing capital structure determinants using trade-off approach showed that variables of company size, fixed assets, intangible assets, tax benefits, cash flow volatility, and fixed charge are significantly influence capital structure. In addition, economic crisis in 2008 and state ownership also significantly influence company capital structure.


Based on research result analysis, this study provides some managerial implication to stakeholders. Analysis of capital structure in the level of industry sectors by using debt ratio as a proxy of capital structure that is calculated from short and long tern interest bearing debts give different result compared to commonly used a proxy of debt to equity ratio. This gives important implication to investors as it will provide new classification of capital structure of industry sectors. Therefore, financial distress analysis on industry sectors will differ.


Banks and other financial institutions will get different result of capital structure among sector industries that using debt ratio as a proxy to capital structure. This will give implication on credit policy changes on certain sector that still using debt to equity ratio as a proxy of capital structure.


Capital Market Supervisory Authority (CMSA) and management of Indonesia Stock Exchange (ISE) can use the industry analysis of capital structure to oversight the financial performance of companies on certain industry. CMSA and ISE can put the result of analysis on the early warning systems to detect company in certain industry that has possibility to default. The determination of capital structure based on debt ratio has an implication on the changes of defaults risk status of companies in each industry sector.


Company management can optimize tax benefits from using debts with keep on alert of bankruptcy costs that might occur from using high amount of debts. Therefore, it is important for management to estimate a target capital structure and uses it as a guidance in formulating financing policy.

Copyrights : Copyright � 2001 by Graduate Program of Management and Business - Bogor Agricultural University (MB IPB). Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherMBIPB
OrganisasiManajemen dan Bisnis -Institut Pertanian Bogor
Nama KontakPerpustakaan sB-IPB
AlamatGed. SB-IPB, Jl. Raya Pajajaran
KotaBogor
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon+62 251 8313813
Fax+62 251 8318515
E-mail Administratorperpus{at}mma.ipb.ac.id
E-mail CKOadmin{at)mb.ipb.ac.id