Path: Top Tesis Manajemen Strategi

Analisis perencanaan proyek penggemukan sapi potong dalam rangka prorram peningkatan produksi ternak di kota pekalongan/ -- 2004

AN ANALYSIS ON FEEDLOT PROJECT PLANNING TO INCREASE CATTLE PRODUCTION IN PEKALONGAN CITY

Master Theses from MBIPB / 2010-08-12 12:51:33
Oleh : Ayu Nawangwulan Dhianingtyas, MB-IPB
Dibuat : 2008-11-04, dengan 10 file

Keyword : Perencanan Proyek, Penggemukan Sapi Potong, Kota Pekalongan, analisis kelayakan, full cost recovery, MPE.
Subjek : MANAJEMEN STRATEGI
Nomor Panggil (DDC) : 18(27) Dhi a

RINGKASAN EKSEKUTIF


AYU NAWANGWULAN DHIANINGTYAS. 2004. Analisis Perencanaan Proyek Penggemukan Sapi Potong Dalam Rangka Peningkatan Produksi Ternak Sapi Potong di Kota Pekalongan. Di bawah bimbingan M. SYAMSUL MAARIF dan HENDRO SASONGKO.



Paradigma baru tentang otonomi daerah dengan ditetapkannya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 mempunyai konsekuensi logis bagi kesiapan setiap Pemerintah Daerah untuk dapat mandiri dan kreatif dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di masing-masing daerahnya. Otonomi daerah mempunyai berbagai aspek yang erat kaitannya dengan perencanaan pembangunan yang berkaitan dengan alokasi sumberdaya, peningkatan peran masyarakat, potensi dan keanekaragaman daerah, dalam satu kesatuan sistem pembangunan nasional. Khusus di bidang Pembangunan Daerah dengan diberlakukannya UU No. 22 tahun 1999 ini telah menyebabkan berubahnya paradigma pembangunan di daerah, termasuk diantaranya terhadap perubahan sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah.

Keberhasilan suatu proyek atau kegiatan pembangunan sangat ditentukan oleh perencanaannya, oleh karena itu setiap Pemerintah Daerah dituntut untuk dapat mengatur sistem perencanaan yang dipergunakan dalam mengatur alokasi sumber daya yang terbatas dalam rangka mencapai tujuan pembangunannya. Demikian pula konsep dalam penelitian ini adalah melakukan suatu analisis pendekatan perencanaan terpadu untuk merancang suatu proyek/kegiatan agribisnis di Kota Pekalongan agar dapat memanfaatkan daya dukung daerah secara optimal, layak untuk diimplementasikan dan mendahulukan prinsip keberlanjutan usaha di masa datang (going concern).

Kota Pekalongan di Propinsi Jawa Tengah memiliki wilayah seluas 45,25 km2 yang terdiri dari 32,81% tanah sawah dan 67,19% tanah kering dengan jumlah penduduk 263.540 jiwa. Sekitar 70% dari pekerja di Kota Pekalongan bekerja di sektor industri, utamanya industri batik, tekstil dan garmen. Kelompok terbesar kedua adalah pekerja di sektor pertanian sebanyak 10,9%.

Pembangunan sektor pertanian di Kota Pekalongan merupakan salah satu prioritas perencanaan pembangunan daerah. Peranan sektor pertanian masih cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Pekalongan, yaitu mampu memberi andil sebesar 10,2% terhadap PDRB Kota Pekalongan (PDRB Kota Pekalongan tahun 2001 atas dasar harga konstan 1993). Sektor perikanan laut merupakan salah satu sektor unggulan Pemerintah Kota Pekalongan, dengan hasil ikan tangkapan yang rata-rata mencapai 70.000 ton per tahun. Pada subsektor pertanian tanaman pangan, luas panen dan luas tambah tanaman pangan seluas 2.825 Ha dan 2.823 Ha yang utamanya ditanami padi dan kacang hijau. Produktivitas padi sawah di Kota Pekalongan pada tahun 2002 adalah 53,03 kw/th dengan total produksi 14.944 ton dan 10,26 ton kacang hijau. Hasil peternakan di Kota Pekalongan relatif kecil bila dibandingkan subsektor pertanian lainnya. Sebagian besar kebutuhan ternak terutama ternak ruminansia masih disuplai dari luar daerah. Rata-rata 95% kebutuhan sapi potong untuk konsumsi masih harus didatangkan dari luar daerah karena rendahnya produksi ternak sapi potong di Kota Pekalongan. Hal ini disebabkan pengusahaan ternak sapi potong di Kota Pekalongan masih bersifat usaha sampingan, tradisional dengan skala usaha 1-2 ekor. Kendala utama pengusahaan sapi di tingkat petani ternak adalah rendahnya minat petani, terbatasnya permodalan dan pengetahuan petani dalam pengusahaan sapi potong secara intensif. Sedangkan disisi lain peluang pengembangan ternak sapi potong di Kota Pekalongan masih terbuka lebar dengan adanya daya dukung lahan, ketersediaan sumberdaya petani ternak dan sumber pakan dari limbah hijauan hasil pertanian. Kondisi inilah yang membuat Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan program peningkatan produksi ternak sapi potong sebagai salah satu prioritas utama kegiatan pembangunan sektor pertanian dalam Rencana Strategis Kota Pekalongan.

Kajian tentang perencanaan terpadu proyek penggemukan sapi potong yang sesuai dengan peluang, kebutuhan, potensi dan kemampuan daerah perlu dilakukan dalam mewujudkan suatu desain proyek yang tepat dan layak dilaksanakan di Kota Pekalongan. Penelitian ini bertujuan : 1) mengidentifikasi alternatif-alternatif model kegiatan/proyek penggemukan sapi potong dalam rangka program peningkatan produksi ternak di Kota Pekalongan; 2) merumuskan desain proyek penggemukan sapi potong sesuai dengan potensi, kebutuhan, peluang dan kemampuan daerah Kota Pekalongan; 3) menganalisa kelayakan rencana proyek penggemukan sapi potong di Kota Pekalongan.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif melalui hasil observasi dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Data yang dibutuhkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung, pengisian kuisioner Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) dan peninjauan lapangan. Data primer diperoleh dari para stakeholder yang terkait dalam perencanaan proyek, yaitu dari jajaran eksekutif, legislatif, badan/lembaga terkait lain di tingkat Pemerintah Kota Pekalongan dan Propinsi Jawa Tengah dan sumber lain yang mempunyai keterkaitan langsung dengan topik penelitian. Data sekunder dikumpulkan dari studi literatur, hasil penelitian yang relevan, kegiatan seminar, diskusi dan brain storming para pakar sapi potong. Jenis data yang dikumpulkan antara lain : data statistik daerah, data investasi dan biaya operasional, data teknis produksi serta data sarana dan prasarana yang digunakan dalam kegiatan agribisnis sapi potong.

Penelitian dilakukan pada bulan April - Mei 2004 di Kota Pekalongan. Pembahasan dilakukan dari studi awal dan studi kelayakan dalam perencanaan proyek penggemukan sapi potong dalam rangka peningkatan produksi ternak di Kota Pekalongan. Studi awal dilakukan untuk menentukan model atau pola proyek yang akan dilaksanakan, perencanaan teknis dan biaya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah. Studi kelayakan dilakukan dengan menganalisis beberapa aspek, yaitu pemasaran & produksi, teknis, sumberdaya manusia dan manajemen, finansial dan sosial ekonomi.

Hasil analisis MPE menentukan model proyek penggemukan sapi yang dapat dilakukan di Kota Pekalongan berdasarkan prioritas secara berurutan adalah 1) Proyek Pembangunan Unit Penggemukan Sapi yang dikelola Perusahaan Daerah (Perusda) ; 2) Proyek Revolving Sapi Bakalan untuk Kelompok Petani Ternak; 3) Proyek Revolving Bantuan Modal untuk Pembelian Sapi Bakalan ; 4) Proyek Revolving Sapi Bakalan untuk Petani Ternak (Perorangan). Berdasarkan hasil analisis MPE tersebut maka model proyek yang ditetapkan dalam analisis perencanaan terpadu dalam penelitian ini adalah Proyek Pembangunan Perusda Penggemukan Sapi Potong di Kota Pekalongan. Tujuan Proyek ini adalah 1) pengembangan agribisnis subsektor peternakan di Kota Pekalongan; 2) pendirian Perusda unit penggemukan sapi potong yang di Kota Pekalongan; 3) peningkatan produksi ternak di Kota Pekalongan; 4) peningkatan gizi masyarakat Kota Pekalongan; 5) sumber PAD Kota Pekalongan.

Perusda akan didirikan di lahan milik Pemda (kebun bibit Kertoharjo) seluas 4.000m2, dengan skala produksi 192 ekor sapi/periode. Sapi bakalan adalah sapi jenis Peranakan Ongole (PO) dengan masa penggemukan intensif 3 bulan per periode. Sistem pemeliharaan menggunakan sistem penggemukan intensif/kereman dengan teknologi pakan Bossdext. Target produksi adalah 4 periode per tahun.

Total biaya dan investasi proyek direncanakan sebesar Rp. 2.415.288.500,- yang termasuk didalamya adalah lahan senilai Rp. 60.000.000,- (luas 4.000m2) dan dana modal kerja awal Rp. 900.000.000. Struktur pembiayaan terdiri dari 2 skenario yaitu 100% berasal dari modal sendiri (APBD Kota Pekalongan) dan struktur modal 59% APBD : 41% pinjaman. Struktur pembagian laba bersih adalah 40 % disetor ke PAD dan 60 % sebagai laba Perusda dengan peruntukan 20% Cadangan Umum, 20% Cadangan Tujuan, 10% Dana Kesejahteraan dan 10% Jasa Produksi.

Proyek Pembangunan Perusda sesuai dengan formula desain teknis dan biaya seperti tersebut di atas layak untuk diimplementasikan berdasarkan kajian kelayakan aspek pasar, teknis, SDM & manajemen, sosial ekonomi dan aspek finansial. Sesuai dengan latar belakang perencanaan proyek maka pemasaran produk Perusda ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Produk Perusda akan mengisi 15-22% market share dari rata-rata 95% pasar potensial yang ada. Kajian aspek teknis menyatakan proyek tersebut layak ditinjau dari faktor kesesuaian lahan/lokasi, ketersediaan bahan baku, teknologi budidaya dan ketersediaan infrastruktur dan sarana penunjang. Kajian aspek SDM dan manajemen meliputi ketersediaan SDM, kelembagaan serta perencanaan manajemen proyek dan manajemen operasional Perusda.

Kajian aspek sosial ekonomi menyorot tentang manfaat proyek. Selain pencapaian manfaat finansial yaitu perolehan laba, pembangunan proyek ini juga mengutamakan pencapaian manfaat publik yaitu : 1) meningkatkan produksi ternak sapi potong dalam rangka pemenuhan kebutuhan daging sapi di Kota Pekalongan; 2) meningkatkan konsumsi protein hewani masyarakat Kota Pekalongan; 3) meningkatkan kegiatan ekonomi daerah; 4) pengembangan pembangunan agribisnis, khususnya subsektor peternakan di Kota Pekalongan; 5) membangkitkan minat usaha penggemukan sapi potong bagi petani ternak di Kota Pekalongan; 6) sebagai inovasi usaha penggemukan sapi yang dikelola secara intensif di Kota Pekalongan; 7) sebagai tempat pembelajaran, transfer ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat khususnya petani ternak di Kota Pekalongan; 8) solusi pemanfaatan limbah pertanian; 9) peningkatan pendapatan masyarakat dan penyediaan lapangan kerja baru; 10) penambahan sumber pendapatan daerah.

Analisis kelayakan finansial proyek dalam penelitian ini menggunakan metode full cost recovery (pengembalian biaya). Sebagai proyek daerah maka pembangunan proyek ini lebih mengutamakan pencapaian manfaat publik dan keberlanjutan usaha di masa datang (going concern). Ukuran kelayakan secara finansial adalah dengan penentuan tarif harga sapi potong produk Perusda berdasarkan konsep pengembalian biaya. Agar proyek tersebut tidak merugi maka setidaknya pencapaian pengembalian biaya dengan prinsip going concern dapat dipenuhi dengan tarif yang ditentukan tersebut. Sebagai perusahaan yang juga menginginkan laba, maka selain biaya modal dan biaya operasional Perusda juga menetapkan besaran return dalam penentuan tarif. Penentuan tarif harga sapi potong produk Perusda dengan konsep full cost recovery menunjukkan keterjangkauan operasional Perusda di masa mendatang. Keterjangkauan dalam aspek finansial adalah penerapan tarif harga jual sapi dalam operasional Perusda maksimal sama dengan harga pasar berlaku.

Tarif awal harga sapi produk Perusda menggunakan metode full cost recovery adalah Rp. 12.922,-/kg berat hidup untuk struktur modal 100% modal sendiri (APBD), dan Rp. 13.866,-/kg berat hidup untuk struktur modal 59% modal sendiri (APBD) dan 41% modal pinjaman. Analisis sensitivitas keterjangkauan tarif menggunakan perubahan variabel pertambahan bobot produksi dan struktur biaya modal yang dipadukan dengan harga pasar yang meningkat sesuai dengan inflasi per tahun. Kisaran keterjangkauan tarif terhadap harga pasar pada skenario 100 % modal APBD dapat tercapai pada estimasi pertambahan bobot sapi minimal 1,1 kg/hari dan 1,3 kg/hari pada skenario struktur modal 59% APBD dan 41% modal pinjaman.

Rencana penjadwalan proyek dan jadwal produksi disusun sebagai acuan dan alat pengendali pelaksanaan proyek dan operasional Perusda di masa datang. Berdasarkan rencana jadwal proyek, maka proyek pembangunan unit penggemukan sapi ini membutuhkan waktu kurang lebih 15 bulan, dari mulai tahap pendahuluan sampai dengan operasional Perusda. Alokasi kegiatan dan tanggung jawab dalam jadwal proyek disusun berdasarkan analisis Project Breakdown Structure (PBS). Pada perencanaan jadwal produksi pengadaan sapi bakalan diatur sesuai dengan jadwal pemanenan sapi gemuk pada perencanaan teknis yaitu 24 ekor/minggu. Kapasitas maksimal kandang dalam satu periode penggemukan adalah 192 ekor dengan masa penggemukan intensif 12 minggu, sapi yang terjual harus segera diganti dengan sapi bakalan baru.

Output dari Proyek Pembangunan Perusda Penggemukan Sapi Potong di Kota Pekalongan ini adalah keberlanjutan usaha Perusda di masa datang. Beroperasinya Perusda akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produksi ternak dan sumber pendapatan daerah bagi Pemerintah Kota Pekalongan sesuai dengan tujuan proyek. Keberhasilan usaha Perusda di masa datang diharapkan akan memberikan multiplier effect pada peningkatan produksi ternak di tingkat petani ternak di Kota Pekalongan. Selanjutnya peningkatan produksi ternak sapi potong di tingkat petani ternak tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan petani ternak dan pembangunan agribisnis di Kota Pekalongan dengan pemanfaatan daya dukung daerah secara optimal.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRACT

AN ANALYSIS ON FEEDLOT PROJECT PLANNING TO INCREASE CATTLE PRODUCTION IN PEKALONGAN CITY

AYU NAWANGWULAN DHIANINGTYAS



The low level of beef cattle production in Pekalongan City caused 95%, on the average, of beef demand per year being supplied from out of the area. On the other hand, Pekalongan City had the land support capacity, the human resources and the availability of potential feed for developing the beef cattle fattening business (feedlot). Based on the matters, Pekalongan City set the cattle production increase program through the feedlot project as one of the priorities of its regional development.

This study aims at analyzing the feedlot business project planning in Pekalongan City in accord with opportunities, needs, regional potential and competence, with integrated project planning approach. The project planning was equipped with the needs analysis (initial study) and the feasibility analysis to design feedlot project design expected by using the regional support capacity as optimal as possible, which was also feasible to implement by giving priority to the future business continuity principle (going concern).

The Exponential Comparison Method was used for identifying and determining the model priority for the feedlot project to be done in Pekalongan City. The next phase was to formulate the initial design of the project, by carrying out the cost and investment planning, and the technical and project management planning. To measure the project feasibility, this study used the non-financial aspect analysis (technical, market, human resource and management, social economic) and financial aspect (full cost recovery method). The Project Breakdown Structure (PBS) Method was used for allocating the activities, the responsibilities and the project resources. The production schedule and the project activity schedule were used as the references and the means for controlling the project implementation.

The result of study showed that the Feedlot Regional Company Development Project in Pekalongan City in Seed Plantation of Kertoharjo was the main priority to be done. The main operational objective of the Regional Company was to obtain public benefits, apart from the profit taking objective. Based on the full cost recovery analysis and the non-financial aspect analysis, it showed that the design of the project was feasible and affordable to implement. The continuity of the Regional Company business in the future could give a direct impact toward the increase of cattle production and the source of regional income for the Government of Pekalongan City, and had a multiplier effect through a positive contribution toward the breeder income and the agribusiness development in Pekalongan City with the use of regional support capacity optimally.


Copyrights : Copyright @ 2001 by Graduate Program of Management and Business - Bogor Agricultural University (MB IPB). Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherMBIPB
OrganisasiM
Nama KontakPerpustakaan MB-IPB
AlamatGed. MB-IPB, Jl. Raya Pajajaran
KotaBogor
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon+62 251 8313813
Fax+62 251 8318515
E-mail Administratorperpus{at}mma.ipb.ac.id
E-mail CKOadmin{at)mb.ipb.ac.id