Print ...

Kontributor...

  • Fauzi, Anas Miftah; Machfud; Sukardi, Editor: Perpustakaan MB-IPB

Download...

Path: TopDisertasiManajemen Agribisnis

Rancang Bangun Sistem Peningkatan Kinerja Rantai Pasok Industri Kimia Aromatik /-- 2014

Design of Supply Chain Performance Improvement System of Aromatic Chemical Industry

PhD Theses from MBIPB / 2017-03-05 15:50:23
Oleh : Efendi, Manajemen dan Bisnis -Institut Pertanian Bogor
Dibuat : 2015-08-27, dengan 5 file

Keyword : efisiensi, lead time, sistem produksi lean, sistem tarik, value stream mapping. efficiency, lead time, lean production system, pull system, value stream mapping.
Subjek : MANAJEMEN AGRIBISNIS
Nomor Panggil (DDC) : 9(6DM)Efe r

Daya saing industri minyak atsiri Indonesia masih rendah karena ketidakefisienan didalam produksi dan ketidakpastian pasokan. Sistem produksi lean dilaporkan memiliki kemampuan untuk meningkatkan efisiensi melalui penurunan biaya, mengurangi lead time (mempercepat pengiriman) dan kualitas yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang bangun sistem peningkatan kinerja rantai pasok industri kimia aromatik, menggunakan model value stream mapping (VSM) Rother dan Shook yang dimodifikasi untuk industri kimia aromatik. Kimia aromatik turunan minyak daun cengkeh digunakan dalam penelitian ini.


VSM – current state rantai pasok minyak daun cengkeh menunjukkan bahwa total lead time mulai dari daun cengkeh dikumpulkan hingga minyak daun cengkeh diterima oleh perusahaan kimia aromatik adalah 34 hari, dan processing time adalah hanya 3 hari. VSM – future state rantai pasok minyak daun cengkeh menunjukkan bahwa total lead time dapat dikurangi menjadi hanya 16 hari. Ada peningkatan sebesar 53 % dari kinerja rantai pasok minyak daun cengkeh. Peningkatan kinerja ini membutuhkan rekayasa kelembagaan berupa pembentukan Koperasi minyak daun cengkeh.


VSM – current state produksi Eugenol menunjukkan bahwa total production lead time Eugenol adalah 33.9 hari, sedangkan total processing time adalah hanya 5.2 hari. Production lead time adalah total waktu yang dibutuhkan untuk merubah bahan baku menjadi produk, sedangkan processing time adalah waktu yang diperlukan didalam proses produksi. VSM – future state Eugenol menunjukkan bahwa total production lead time dapat dikurangi menjadi 12.2 hari, dengan total processing time yang sama. Ada peningkatan 64 % dari total production lead time Eugenol. Peningkatan ini dicapai melalui penerapan produksi sistem tarik dan produksi ukuran lot kecil. VSM bisa digunakan dengan baik untuk mengidentifikasi susut produksi di dalam proses produksi Eugenol.


VSM – current state produksi Isoeugenol menunjukkan bahwa total production lead time Isoeugenol adalah 31.9 hari, sedangkan total processing time adalah hanya 5 hari. VSM – future state produksi Isoeugenol menunjukkan bahwa total production lead time dapat dikurangi menjadi 9 hari, dengan total processing time yang sama. Ada peningkatan seebsar 72 % dari total production lead time Isoeugenol. Peningkatan ini dicapai melalui penerapan produksi sistem tarik, sistem kontinyu dan produksi ukuran lot kecil. VSM juga bisa digunakan dengan baik untuk identifikasi susut produksi pada proses produksi Isoeugenol.


Berdasarkan penelitian pada sistem peningkatan kinerja rantai pasok minyak daun cengkeh dan sistem peningkatan kinerja produksi industri kimia aromatik yang dalam penelitian ini digunakan turunan minyak daun cengkeh, dapat dilakukan rancang bangun sistem peningkatan kinerja rantai pasok industri kimia aromatik. Sistem peningkatan kinerja rantai pasok industri kimia aromatik terdiri dari dua sistem yang saling terkait, yaitu sistem peningkatan kinerja produksi industri kimia aromatik dan sistem peningkatan kinerja minyak atsiri, yang merupakan bahan baku untuk industri kimia aromatik.


Peningkatan kinerja produksi industri kimia aromatik, yang dalam penelitian ini digunakan kimia aromatik turunan minyak daun cengkeh dicapai melalui penerapan produksi lean yang dimodifikasi sesuai dengan karakteristik dari industri kimia aromatik, yaitu penerapan produksi sistem tarik, sistem kontinyu dan ukuran lot kecil. Produksi sistem tarik dan sistem kontinyu dapat diterapkan dengan mengkombinasikan dengan persediaan produk. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, perusahaan kimia aromatik turunan minyak daun cengkeh perlu membangun persediaan produk sebanyak 4 – 6 minggu penjualan.


Pada sisi pasokan, yaitu minyak daun cengkeh yang digunakan untuk industri kimia aromatik, produksi sistem tarik hanya dapat diterapkan jika industri kimia aromatik memiliki persediaan minyak daun cengkeh yang mencukupi. Industri kimia aromatik membutuhkan persediaan minyak daun cengkeh sebanyak minimal 3.6 bulan penjualan pada setiap akhir tahun. Berdasarkan perhitungan biaya persediaan minyak daun cengkeh, biaya tambahan dari adanya persediaan minyak daun cengkeh ini adalah sebesar Rp. 1 467 / kg minyak daun cengkeh. Biaya persediaan minyak daun cengkeh ini relatif kecil jika dibandingkan dengan resiko jika tidak memiliki persediaan minyak daun cengkeh, yaitu kehilangan penjualan dan kenaikan harga minyak daun cengkeh. Jika pasokan minyak daun cengkeh pada periode tertentu melimpah, industri kimia aromatik disarankan untuk tetap membeli minyak daun cengkeh, meskipun rasio persediaan minyak daun cengkeh melebihi 3.6 bulan penjualan, dengan pertimbangan biaya persediaan yang relatif kecil.


Implikasi dari rancang bangun sistem peningkatan kinerja rantai pasok industri kimia aromatik ini adalah (1) rekayasa kelembagaan berupa pembentukan Koperasi minyak daun cengkeh, (2) persediaan produk sebanyak 4 – 6 minggu penjualan pada industri kimia aromatik turunan minyak daun cengkeh, dan (3) persediaan minyak daun cengkeh pada industri kimia aromatik sebanyak minimal 3.6 bulan penjualan pada setiap akhir tahun.

Deskripsi Alternatif :

Competitiveness of Indonesian essential oil industry is still low due to inefficiency in the production and uncertainty in the availability. Lean production system is reported to have the capability to improve efficiency through lowering cost, reducing lead time (faster delivery) and higher quality. The purpose of this reasearch is to design supply chain performance improvement system of aromatic chemical industry, using modified Rother and Shook’s value stream mapping (VSM) model for aromatic chemical industry. Aromatic chemicals of clove leaf oil derivative were used in this research.



VSM – current state of clove leaf oil supply chain showed that total lead time starting from clove leaf was collected up to clove leaf oil received by aromatic chemical company is 34 days, and the processing time is only 3 days. VSM – future state of clove leaf oil supply chain showed that total lead time can be reduced to only 16 days. There is 53 % improvement of clove leaf oil supply chain performance. The improvement needs institutional engineering that is clove leaf oil Cooperative set up.


VSM – current state of Eugenol production showed that total production lead time of Eugenol is 33.9 days, while total processing time is only 5.2 days. Production lead time is total time needed for processing raw material into product, while processing time is time needed in the production process. VSM – future state of Eugenol production showed that total production lead time can be reduced to 12.2 days, with the same total processing time. There is 64 % improvement of total production lead time of Eugenol. This improvement is achieved by implementation of pull system and small lot size production. VSM is succesfully used for production losses identification in the Eugenol production.


VSM – current state of Isoeugenol production showed that total production lead time of Isoeugenol is 31.9 days, while total processing time is only 5 days. VSM – future state of Isoeugenol production showed that total production lead time can be reduced to 9 days, with the same total processing time. There is 72 % improvement of total production lead time of Isoeugenol. This improvement is achieved by implementation of pull system production, continous system and small lot size production. VSM is also succesfully used for production losses identification in the Isoeugenol production.


Based on the research on the supply chain performance improvement system of clove leaf oil and on the production performance improvement system of aromatic chemical industry, which is in this reasearch used clove leaf oil derivatives, can be design supply chain performance improvement system of aromatic chemical industry. Supply chain performance improvement system of aromatic chemical industry consists of two interrelated system, that is production performance improvement system of aromatic chemical industry and supply chain performance improvement system of essential oil, which is raw material of aromatic chemical industry.


Improvement of production performance of aromatic chemical industry, which is in this reseach used aromatic chemical of clove leaf oil derivatives, is achieved by implementation of modified lean production, according to aromatic chemical industry characteristics, that is implementation of pull system, continous system and small lot size. Pull system and continous system can be implemented by combining with product inventories. Based on the research, aromatic chemical company of clove leaf oil derivatives needs to build up product inventories 4 – 6 weeks of sales.


In the supply side, that is clove leaf oil used for aromatic chemical industry, pull system can only be implemented when aromatic chemical industry has enough inventories of clove leaf oil. Aromatic chemical industry needs to have clove leaf oil inventories equivalent to minimum 3.6 months of sales in the end of every year. Based on cost calculation of clove leaf oil inventories, the additional cost of clove leaf oil inventories is IDR 1 467 / kg clove leaf oil. This cost is relatively small compared to the risk of not having them, that are loosing sales opportunity and price increase of clove leaf oil. If clove leaf oil supply in the certain period is abundant, aromatic chemical industry is suggested to still buy the clove leaf oil, eventhough the inventories ratio is above 3.6 months of sales, considering cost of inventories that is relatively small.


Implication of this design of supply chain performance improvement system of aromatic chemical industry are (1) institutional engineering in the form of clove leaf oil Cooperative set up, (2) product invetories 4 – 6 weeks of sales in the aromatic chemical industry derivative of clove leaf oil, and (3) clove leaf oil inventories in aromatic chemical industry equivalent to minimum 3.6 months of sales in the end of every year.

Copyrights : Copyright � 2001 by Graduate Program of Management and Business - Bogor Agricultural University (MB IPB). Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherMBIPB
OrganisasiManajemen dan Bisnis -Institut Pertanian Bogor
Nama KontakPerpustakaan sB-IPB
AlamatGed. SB-IPB, Jl. Raya Pajajaran
KotaBogor
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon+62 251 8313813
Fax+62 251 8318515
E-mail Administratorperpus{at}mma.ipb.ac.id
E-mail CKOadmin{at)mb.ipb.ac.id