Print ...

Kontributor...

  • Achsani, Noer Azam; Hakim, Dedi Budiman; Bakhtiar, Toni , Editor: Perpustakaan MB-IPB

Download...

Path: TopDisertasiManajemen Keuangan

Monetary policy responses on exchange rate dynamics: application to indonesia /--2015

PhD Theses from MBIPB / 2017-03-05 15:50:23
Oleh : Ferry Syarifuddin, Manajemen dan Bisnis -Institut Pertanian Bogor
Dibuat : 2015-08-21, dengan 5 file

Keyword : ARCH/GARCH, governance, intervensi valuta asing, kebijakan moneter, nilai tukar, regime-switching. ARCH/GARCH, governance, foreign-exchange intervention, monetary policy, exchange rates, regime-switching.
Subjek : MANAJEMEN KEUANGAN
Nomor Panggil (DDC) : 3(7DM)Sya m

Fluktuasi nilai tukar yang berlebihan mendorong semakin tingginya ketidakpastian perekonomian ke depan. Fluktuasi yang tinggi ini juga berdampak pada semakin tingginya fluktuasi harga domestic dan indikator ekonomi makro lainnya. Perkembangan nilai tukar memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian dan arus modal di suatu negara. Oleh karena itu, banyak negara mencoba untuk menjaga stabilitas nilai tukar untuk mendukung perekonomian domestik melalui kebijakan yang tepat. Pada taraf tertentu, fluktuasi nilai tukar harus dijaga. Jika fluktuasi nilai tukar cukup tinggi dan persisten, bank sentral akan merespon dengan kebijakan di antaranya melalui penentuan kebijakan suku bunga kebijakan dan atau melakukan intervensi valuta asing untuk menstabilkan nilai tukar. Untuk mengukur fluktuasi/volatilitas nilai tukar rupiah dan dampak intervensi valas oleh bank sentral, disertasi ini menggunakan model TGARCH. Hasil investigasi di Indonesia, volatilitas nilai tukar USD/IDR ternyata bersifat persisten. Dengan demikian diperlukan kebijakan intervensi valas yang terbukti bisa menurunkan volatilitas nilai tukar, meskipun upaya menurunkan volatilitas nilai tukar USD/IDR dinilai belum berhasil yang mungkin juga disebabkan faktor-faktor eksternal yang tidak dapat dikontrol Bank Indonesia.


Selanjutnya investigasi pembentukan ekspektasi nilai tukar oleh pelaku pasar valas domestic dilakukan melalui pendekatan mikrostruktur pasar valas. Dalam hal ini pelaku pasar valas dibagi menjadi dua pihak yang memiliki rule ekspektasi nilai tukar masing-masing yaitu pelaku fundamentalist dan pelaku chartist. Sementara itu, untuk melihat dampak intervensi valuta asing terhadap ekspektasi nilai tukar oleh pelaku di pasar valas yang heterogen yaitu fundamentalist dan chartist, disertasi ini menggunakan model regime switching yang diharapkan dapat menjelaskan dinamika ekspektasi nilai tukar yang dibentuk oleh dua pelaku utama di pasar valas tersebut serta menganalisis hubungan antara perubahan nilai tukar, volatilitas, dan intervensi valuta asing oleh bank sentral. Hasil olah data di Indonesia menunjukkan bahwa ekspektasi nilai tukar USD/IDR oleh kedua pelaku di pasar valas yaitu fundamentalists dan chartists terbukti ada dan signifikan membentuk nilai tukar spot USD/IDR. Terlihat pula bahwa dominasi pembentukan nilai tukar adalah pelaku chartist selama periode pengamatan. Disertasi juga berhasil membuktikan bahwa meskipun bergerak dinamis dalam jangka pendek, nilai tukar cenderung bergerak menuju keseimbangan jangka panjang menurut rezim masing-masing pelaku pasar valas. Sementara itu, kebijakan intervensi valas BI dinilai mampu meningkatkan konvergensi nilai tukar fundamentalis ke arah fundamental jangka panjangnya, sementara untuk chartists tidak terbukti.



Di sisi lain, bagi suatu negara tidaklah mudah untuk menentukan instrumen moneter yang berdampak optimal pada tujuan moneter seperti inflasi yang rendah, pertumbuhan ekspor yang berkelanjutan, serta stabilitas kurs, karena ada banyak faktor yang saling mempengaruhi dalam perekonomian yang saling berkaitan satu sama lain. Kerangka kebijakan Inflation Targeting (ITF) yang dipilih oleh Bank Indonesia, menggunakan suku bunga kebijakan jangka pendek sebagai instrumen kebijakan moneter utama untuk mencapai stabilitas atau target inflasi yang telah ditetapkan. Dalam disertasi ini akan diinvestigasi respon kebijakan suku bunga oleh Bank Indonesia atas dinamika perubahan nilai tukar USD/IDR yang terjadi. Respon suku bunga ini akan diukur melalui pendekatan model Structural Vector Auto Regression (S-VAR) dalam suatu model perekonomian terbuka bagi Indonesia yang dipelopori oleh Garrat, Lee, Pesaran, & Shin (1999) dan pendekatan Generalized Method of Moments (GMM). Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa nilai tukar USD/IDR ternyata direspon secara fluktuatif oleh suku bunga domestik dalam jangka pendek. Namun dalam jangka panjang laju depresiasi (apresiasi) USD/IDR direspon oleh sedikit kenaikan (penurunan) suku bunga domestik untuk menghambat depresiasi (apresiasi) nilai tukar dimaksud meski belum signifikan.


Sebelum implikasi kebijakan dan kesimpulan umum pada bagian akhir disertasi ini akan dibahas aspek tata kelola (governance) dalam pelaksanaan kebijakan nilai tukar. Penerapan tata kelola (governance) adalah suatu keharusan bagi otoritas dalam mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Ada beberapa isu utama tentang aspek tata kelola kebijakan moneter khususnya kebijakan intervensi valas. Beberapa aspek terkait penerapan tata kelola dalam kebijakan intervensi valas oleh bank sentral adalah terkait alokasi kewenangan (otoritas) dalam menentukan kebijakan nilai tukar. Aspek lainnya mengatur hal yang lebih spesifik dalam pengambilan keputusan pada intervensi di tingkat operasional. Dalam kasus Indonesia, penerapan tatakelala dalam kebijakan moneter khususnya nilai tukar di atur sedemikian rupa guna pencapaian tujuan kebijakan moneter tercapai secara efektif dan efisien. Mengingat nilai tukar di Indonesia bergerak fluktuatif dan bisa berada di luar level fundamentalnya disebabkan oleh berbagai permasalahan yang cukup kompleks, maka fluktuasi nilai tukar ini belum cukup diatasi dengan kebijakan intervensi valas maupun suku bunga saja. Dengan menggabungkan instrumen kebijakan lainnya ‘policy mix’ termasuk kebijakan intervensi valas serta dengan penerapan pinsip-prinsip tatakelola yang baik dalam penerapan kebijakan dimaksud, volatilitas nilai tukar USD/IDR dinilai berhasil dibawa pada marjin yang lebih rendah.namun demikian, seluruh kebijakan dimaksud tetap tidak terlepas dari upaya pencapaian tujuan BI dalam rangka menjaga kestabilan harga dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Deskripsi Alternatif :

Excessive fluctuation of exchange rate has negative impact on domestic economy as uncertainty rises. High fluctuations of the exchange rates also make domestic prices, interest rates and other macroeconomic variables more volatile as well. If exchange-rate volatility is persistent, there should be a systematic and measured policy to mitigate the foreign exchange fluctuations and to minimize the fluctuations as well as to drive it to its fundamental value.


This dissertation involves four main parts to be investigated. The first part measures the persistence of exchange rate volatility in Indonesia. Therefore, in this research, the appropriate tool is needed to measure how persistent the exchange rate fluctuation in Indonesia thus the central banks are able to perform appropriate monetary policy especially in determining their policy interest rate or implementing foreign exchange intervention to stabilize the exchange rate. To model the fluctuation/volatility of USD/IDR, TGARCH approach is implemented. The central bank‘s response with foreign-exchange intervention is also investigated within this model. The results reveal that, USD/IDR volatility in Indonesia is persistent. Meanwhile, foreign-exchange sale intervention by Bank Indonesia has positive impact on USD/IDR return which can be interpreted as, an increase in foreign-exchange sale intervention causes Indonesian Rupiah Return to increase. However, Bank Indonesia‘s efforts to exert a stabilizing effect of foreign exchange interventions, the results do not gain a success.


In the second part, this study elaborates the behavior of exchange rate expectation in the perspective of foreign-exchange trader‘s rules (i.e. fundamentalist and chartist). To see the impact of foreign exchange intervention to exchange rate expectation by the heterogeneous market trader, regime switching model is used. Therefore, this dissertation contributes to the noise trading channel by allowing foreign exchange intervention to influence the exchange rate expectation both forecasting rules of chartists and fundamentalists. In fact, this dissertation supports both chartists and fundamentalist regimes. It is shown that the two regimes are persistent significantly. Meanwhile, Bank Indonesia‘s foreign-exchange intervention has been able to drive the USD/IDR to its long-run fundamental ‗UIP‘ value within fundamentalist rule. However, Bank Indonesia efforts to exert a stabilizing effect of foreign-exchange interventions, the result does not show a success as its conditional variance has been increased. This finding may be caused by several external factors such as global financial shocks which could not be controlled by Bank Indonesia or caused by speculative transactions,‗disorderly markets‘ i.e. high fluctuation that may halt the effectiveness of foreign-exchange intervention operations.


In the third part, this dissertation investigates the monetary responses to exchange rate dynamics. The deviation of exchange rate from the fundamental ‗desired‘ value would push the central bank to adjust its policy interest rate. To investigate whether the policy rate has been adjusted in responding to the exchange rate dynamics, a Structural Vector Auto Regression (S-VAR) and Generalized Method of Moments (GMM) approachs are applied. By implementing the methods in Indonesia, this dissertation finds that exchange rate dynamics of USD/IDR shock has ambiguous effect on policy interest rate reflected by overnight inter-bank rate fluctuations in the short run. Meanwhile, in the long run, the increase (decrease) of real USD/IDR exchange rate will push the central bank to raise (decrease) policy interest rate slightly (reflected by increased (decreased) domestic real o/n interbank interest rate) in order to halt further exchange-rate depreciation (appreciation) though it is not significant.


In the final part, the governance aspect of foreign exchange interventions by Bank Indonesia will be elaborated. Several main issue regarding governance implementation in exchange rate intervention policy such as to whom or which authority that has powers to formulate objectives and to implement exchange-rate policy. Another important aspect concerns on how decision-making process on interventions applied at the operational level. In this part, information on governance arrangements guiding foreign exchange interventions, on Bank Indonesia related communications policies, and on the accountability of central banks for their intervention decisions, is provided. As USD/IDR exchange rate volatility is driven by various factors, relying solely on Bank Indonesia‘s FX intervention and interest rate policy to mitigate foreign-exchange volatility and misalignment, is not always sufficient. By combining with other policies called ‗policy mix‘ and implementing governance principles, the stability of the exchange-rate is hopefully achieved effectively. Furthermore, beyond of that the foreign-exchange intervention combined with other policies should also be consistent with achieving the inflation target and supporting sustainable domestic economic growth.

Copyrights : Copyright � 2001 by Graduate Program of Management and Business - Bogor Agricultural University (MB IPB). Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherMBIPB
OrganisasiManajemen dan Bisnis -Institut Pertanian Bogor
Nama KontakPerpustakaan sB-IPB
AlamatGed. SB-IPB, Jl. Raya Pajajaran
KotaBogor
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon+62 251 8313813
Fax+62 251 8318515
E-mail Administratorperpus{at}mma.ipb.ac.id
E-mail CKOadmin{at)mb.ipb.ac.id