Path: TopTesisManajemen Keuangan

Analisis penerapan metode activity based costing pada penetapan harga pokok produksi pt. fajar taurus/--2003

Analysis on the Application of Activity-Based Costing Method for the Cost of Production Setting at PT Fajar Taurus

Master Theses from MBIPB / 2010-07-28 11:35:00
Oleh : Syamsuhartien, MB-IPB
Dibuat : 2008-09-24, dengan 10 file

Keyword : Susu Olahan, PT Fajar Taurus, Manajemen Finansial, Biaya Overhead, Activity Based Costing, Harga Pokok Produksi
Subjek : MANAJEMEN KEUANGAN
Nomor Panggil (DDC) : 14(22) Sya a

RINGKASAN EKSEKUTIF

SYAMSUHARTIEN. 2003. Analisis Penerapan Metode Activity Based Costing pada Penetapan Harga Pokok Produksi PT Fajar Taurus, di bawah bimbingan DJONI TANOPRUWITO dan HERMANTO SIREGAR.


Makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia semakin bervariasi. Susu olahan adalah salah satu jenis minuman yang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia sudah sejak lama dan dikenal memiliki nilai gizi yang cukup tinggi. Masyarakat Indonesia masih banyak yang menganggap susu sebagai barang mewah. Hal ini disebabkan produksi susu segar (freshmilk) nasional belum dapat memenuhi kebutuhan konsumsi susu nasional dan sebagian komponen susu olahan masih diimpor, sehingga harga susu cenderung masih tinggi. Hal ini menyebabkan konsumsi susu perkapita di Indonesia masih rendah. Konsumsi susu dan produk susu olahan di Indonesia pada tahun 2001 baru mencapai 6,46 Kg/kapita/tahun, sedangkan standar gizi nasional menghendaki minimal konsumsi susu 7,2 Kg/kapita/tahun (Statistik Peternakan 2001).

Berkembangnya industri susu tidak hanya menuntut setiap produsen susu mampu menciptakan produk yang memiliki cita rasa dengan daya simpan yang relatif lebih lama, tetapi dituntut pula untuk bersaing dalam harga yang terjangkau oleh konsumen secara luas. Persaingan dalam harga dapat dimenangkan apabila dalam produksi dapat tercipta efisiensi. Efisiensi ini pada akhirnya akan memberikan biaya produksi yang rendah sehingga harga penjualan pun dapat lebih kompetitif terhadap pesaing. Untuk mencapai efisiensi maka dalam proses produksi, aktivitas yang tidak menambah nilai (non value added activity) harus dapat dieliminir seminimal mungkin, dan mengembangkan aktivitas yang menambah nilai (value added activity). Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap penetapan harga pokok produksi yang kompetitif.

Penetapan harga pokok dengan metode akuntansi konvensional sudah dianggap tidak dapat menjawab masalah persaingan yang semakin ketat saat ini. Metode akuntansi biaya konvensional membebankan biaya overhead pabrik kepada produk atas dasar jumlah produk yang dihasilkan (Volume-Related Measure). Dalam metode ini, biaya overhead pabrik dihitung proporsional dengan jumlah unit produk yang dihasilkan, yang pada akhirnya akan menghasilkan informasi biaya yang mengandung quantity distortion. Karena pada dasarnya biaya dialokasikan secara tidak langsung kepada produk yang menggunakan suatu dasar atau patokan yang belum tentu proporsional dengan konsumsi sumber daya yang diserap produk tersebut.

PT Fajar Taurus diketahui memproduksi lebih dari satu jenis produk susu olahan, antara lain susu pasteurisasi, yoghurt, dan kefir, dimana proses produksi yang masing-masing produk tersebut berbeda. Dengan demikian biaya overhead terhadap masing-masing produk diduga tidak didapat dibebankan secara proporsional terhadap volume masing-masing produk karena aktivitas yang dikonsumsi oleh masing-masing produk tersebut berbeda. Pembebanan biaya overhead harus dilakukan dengan menggunakan pemicu biaya yang sesuai dengan aktivitas yang dikonsumsi oleh masing-masing produk. Sistem pembiayaan yang direkomendasikan dapat mengakomodasi fenomena tersebut dikenal dengan metode Activity-Based Costing.

Penelitian ini bertujuan: (1) mengamati aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam proses produksi masing-masing produk dan menentukan besarnya konsumsi aktivitas masing-masing produk tersebut; (2) menentukan harga pokok produksi (HPP) per unit setiap jenis produk berdasar aktivitas kemudian membandingkannya dengan hasil perhitungan HPP per unit yang ditetapkan oleh perusahaan; dan (3) memberikan saran kepada manajemen perusahaan mengenai pengelolaan dan pengendalian aktivitas, baik aktivitas penambah nilai (value added activity) maupun aktivitas bukan penambah nilai (non value added activity).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif studi kasus. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Sumber data dikelompokkan ke dalam dua sumber, yaitu data dari luar perusahaan (eksternal) dan data dari dalam perusahaan (internal). Berdasarkan cara pengumpulan data, maka data dibedakan atas data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara dengan responden yang dianggap mewakili dan kompoten terhadap data yang dibutuhkan. Selain itu, juga dilakukan pengamatan langsung terhadap jalannya proses produksi dari mulai bahan baku didatangkan sampai ke barang jadi dan disimpan dalam gudang sebelum didistribusikan oleh bagian penjualan. Sedangkan, data sekunder diperoleh dari catatan atau laporan-laporan operasi pabrik, laporan keuangan, dan lain-lain yang telah dimiliki oleh perusahaan. Dari data yang dikumpulkan, selanjutnya dilakukan pengorganisasian, inventarisasi dan tabulasi. Dalam analisa data ini akan digunkanan spreadsheet Microsoft Excel sebagai alat bantu. Tahapan yang akan dilakukan dalam analisa data ini yaitu: (1) Identifikasi aktivitas; (2) Penguraian biaya overhead berdasar aktivitas; dan (3) Penetuan tarif aktivitas.

Beberapa kesimpulan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini, yaitu: (1) Metode penetapan Harga Pokok Perusahaan (HPP) yang diterapkan oleh perusahaan selama ini kurang tepat sebab biaya dibebankan ke produk secara proporsional berdasarkan volume masing-masing produk. Beberapa biaya seharusnya tidak dialokasikan berdasarkan unit tetapi berdasarkan jumlah set up mesin. Hal tersebut telah menimbulkan distorsi atau subsidi silang biaya antar produk; (2) Berdasarkan pengalokasian biaya overhead dengan menggunakan metode ABC maka beberapa produk yang dihasilkan oleh PT Fajar Taurus mengalami overvalue dan beberapa produk mengalami undervalue dalam penetapan Harga Pokok Produksi (HPP). Produk yang mengalami overvalue umumnya terjadi pada produk susu pasteurisasi, sedangkan yang mengalami undervalue umumnya terjadi pada produk yoghurt dan kefir. Hal ini menyebabkan terjadinya subsidi silang biaya overhead antar produk; (3) Berdasarkan harga jual yang telah ditetapkan jika dikurangkan HPP baik yang ditetapkan oleh perusahaan maupun dengan metode ABC maka tidak terdapat produk yang mengalami kerugian; (4) Terdapatnya produk yang overvalue dan undervalue memberikan perbedaan komposisi keuntungan antara metode perusahaan dan metode ABC pada masing-masing produk. Berdasarkan perhitungan perusahaan, yoghurt dan kefir dianggap sebagai produk yang lebih menguntungkan dibanding produk susu pasteurisasi. Namun, berdasarkan hasil perhitungan dengan metode ABC ternyata produk susu pasteurisasi lebih menguntungkan dibandingkan produk yoghurt dan kefir; (5) Metode ABC adalah metode yang tepat untuk diterapkan oleh perusahaan untuk mengalokasikan biaya overhead pabrik sebab biaya overhead yang pengalokasiannya berdasarkan non-unit memiliki persentase yang siginifikan dari total biaya overhead. Selain itu, pemicu biaya (cost driver) yang digunakan dalam pengalokasian biaya overhead juga memiliki rasio yang berbeda.




Beberapa saran yang direkomendasikan kepada manajemen PT Fajar Taurus, yaitu: (1) Dalam menerapkan metode ABC dibutuhkan dukungan dan komitmen dari berbagai pihak, mulai dari pimpinan puncak, para manajer, dan karyawan secara keseluruhan; (2) Agar pengalokasian biaya tenaga kerja langsung ini juga dapat dilakukan dengan metode ABC maka penugasan tenaga kerja langsung ini lebih diperjelas agar dapat bertanggung jawab terhadap proses atau produk tertentu; (4) Divisi pemasaran juga diharapkan untuk meningkatkan kinerjanya agar dapat meningkatkan volume penjualan, tanpa hanya mengandalkan pesanan pelanggan. Hal ini akan sangat membantu dalam mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas produksi. Pemanfaatan idle capacity akan sangat berpengaruh terhadap penekanan biaya produksi per unit produk.

Untuk mengeliminasi aktivitas-aktivitas bukan penambah nilai maka manajemen perusahaan perlu melakukan beberapa perbaikan dalam beberapa hal, diantaranya:

- Pemeliharaan mesin dilakukan secara teratur dan kontinyu sehingga mesin-mesin produksi terawat secara baik. Hal ini akan mengurangi resiko kerusakan mesin pada saat proses produksi sedang berlangsung. Selain itu, dengan pemeliharaan mesin secara teratur maka akan diperoleh data jam pemeliharaan mesin yang akan digunakan sebagai dasar untuk mengalokasikan biaya pemeliharaan jika metode ABC diterapkan.

- Melakukan analisa investasi dalam beberapa aspek, yaitu untuk mendesain ulang lay out ruang proses dimana mesin-mesin dan sarana produksi diurutkan berdasarkan urutan pemanfaatannya dalam proses produksi. Selain itu analisa investasi ini juga diperlukan untuk merubah proses pengolahan dari model semi automatic processing menjadi full automatic processing, termasuk mengganti mesin-mesin atau sarana produksi yang sudah tidak efektif, seperti mesin pengisi yoghurt manual (Filling Yoghurt). Dengan demikian akan mengurangi biaya tenaga kerja langsung dan menghindari terjadinya kehilangan bahan baku.

- Besarnya proporsi biaya bahan bahan baku diharapkan dapat dikurangi dengan meningkatkan produksi dari susu segar dari peternakan Taurus Dairy Farm, sehingga PT Fajar Taurus tidak perlu memasok bahan baku susu segar dari luar. Hal ini juga untuk lebih menjamin keseragaman mutu bahan baku susu segar.

- Perlu dicari alternatif bahan pengemas yang lebih ekonomis, sehingga harga bahan pengemas yang lebih mahal dari harga bahan baku utama tidak terjadi lagi.

- Bahan pembantu yang masih merupakan produk impor juga perlu dicari alternatif bahan substitusinya yang buatan lokal tetapi dengan mutu yang sama.

Deskripsi Alternatif :

Deskripsi Alternatif :

Analysis on the Application of Activity-Based Costing Method for the Cost of Production Setting at PT Fajar Taurus

Syamsuhartien


PT Fajar Taurus is a company producing some processed milk products, i.e. pasteurized milk, yogurt, and kefir. During this time, the company has applied a conventional method for allocating the overhead cost to each product, i.e. by dividing the overhead cost proportionately based on the volume of each product. This study aims at allocating the overhead cost by Activity-Based Costing (ABC) method. The result of the cost of production setting using ABC method will be compared to the cost of production set by the company.

Allocating the overhead cost to each product using ABC method is conducted in three phases, i.e.: (1) identifying the load of activities for each product; (2) breaking down the overhead costs based on activities; and (3) determining the tariffs of activities.

Based on the result of the identification of activities, it is found that yogurt and kefir consume more activities than the pasteurized milk, where yogurt and kefir shall pass the fermentation and incubation processes which do not occur in the pasteurized milk production. Based on the result of the allocation of overhead cost to each product based on the activities consumed, it is found that during this time the company sets a higher the cost of production (overvalue), of around 0.34 - 11.99%, to the pasteurized milk, and a very low the cost of production (undervalue), of around 20.51 - 72.24%, to yogurt and kefir. Thus, a cross-subsidy among product costs occurs.

A proper ABC method shall be applied in the cost of production setting at PT. Fajar Taurus because: (1) the overhead cost which is allocated based on non-unit has a significant percentage toward the total cost of overhead: and (2) the consumption ratios among activities based on unit and activities based on non-unit are different.

Copyrights : Copyright @ 2001 by Graduate Program of Management and Business - Bogor Agricultural University (MB IPB). Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherMBIPB
OrganisasiM
Nama KontakPerpustakaan sB-IPB
AlamatGed. SB-IPB, Jl. Raya Pajajaran
KotaBogor
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon+62 251 8313813
Fax+62 251 8318515
E-mail Administratorperpus{at}mma.ipb.ac.id
E-mail CKOadmin{at)mb.ipb.ac.id